Hakikat sang hukum

Sosok Seorang Ayah

Terkadang kita menyangka ayah kita adalah sosok tegar dan tak pernah menangis. Sosok yang tidak pernah bersedih bahkan tak mungkin bersedih. Tapi apakah memang benar seperti itu.  mari simak sebuah tulisan renungan yang akan membuat kita segera terkenang dengan sosok ayah.

Mungkin ibu lebih kerap menelpon untuk menanyakan keadaan kita setiap hari, tapi apakah kamu tahu, bahwa sebenarnya ayahlah yang mengingatkan ibu untuk menelepon kita?
Semasa kecil, ibulah yang lebih sering menggendong kita. Tapi apakah kamu tau bahwa ketika ayah pulang bekerja dengan wajah yang letih ayahlah yang selalu menanyakan apa yang kamu la kukan seharian, walau beliau tak bertanya langsung kepada kita karena saking letihnya mencari nafkah dan melihat kita terlelap dalam tidur nyenyak.
Ketika  remaja, kamu meminta izin untuk keluar malam. Ayah dengan tegas berkata Tidak boleh! Sadarkah kamu, bahwa ayah hanya ingin menjaga kamu, beliau lebih tahu dunia luar, dibandingkan kamu bahkan ibu kamu?
Karena bagi ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat berharga. Saat kamu sudah dipercayai olehnya, ayah pun melonggarkan peraturannya.
Maka kadang kamu melanggar kepercayaannya. Ayahlah yang setia menunggu kamu diruang tamu dengan rasa sangat risau, bahkan sampai menyuruh ibu untuk mengontak beberapa temannya untuk menanyakan keadaan anaknya, dimana, dan sedang apa kamu diluar sana.
Disaat kamu merengek memerlukan ini  itu, untuk keperluan kuliah, ayah hanya mengerutkan dahi, tanpa menolak, beliau memenuhinya, dan cuma berpikir, kemana dia harus mencari uang tambahan, padahal panen kemaren pas-pasan dan sudah tidak ada lagi tempat untuk meminjam.
Saat kamu berjaya. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untuk anaknya. Ayahlah yang mengabari sanak saudara, anakku sekarang sukses. Walau kadang kamu cuma bisa membelikan baju koko itu pun cuma setahun sekali. Ayah akan tersenyum dengan bangga. Dalam sujudnya ayah juga tidak kalah dengan doanya ibu, cuma bedanya ayah simpan doa itu dalam hatinya. Sampai ketika nanti kamu menemukan jodoh.
Dan akhirnya, saat ayah melihat anaknya duduk diatas pelaminan bersama pasangannya, ayahpun tersenyum bahagia. Lantas pernahkah kamu memergoki, bahwa ayah sempat pergi ke belakang dan menangis? Ayah menangis karena ayah sangat bahagia. Dan beliau pun berdoa, Ya Allah, tugasku telah selesai dengan baik. Bahagiakanlah putra putri kecilku yang manis bersama pasangannya.

Komentar